OBSERVER — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Pelantikan ini dilaksanakan sesaat setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan menyetujui pengangkatan Komjen Suyudi dalam Rapat Paripurna.
Berdasarkan situs presiden.go.id mengatakan bahwa penunjukan Komjen Suyudi berawal dari usulan calon tunggal Kapolri melalui Surat Presiden (Surpres) Nomor R57/Pres/09/2026 yang diserahkan kepada DPR pada 30 September 2026.
Dalam Rapat Paripurna ke-8 masa sidang I 2026-2027, Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin langsung pengesahan tersebut. Setelah memaparkan hasil fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) dari Komisi III, seluruh fraksi di DPR secara aklamasi menyetujui Komjen Suyudi untuk memegang tongkat komando Tribrata 1. Puan juga mengonfirmasi bahwa pelantikan resmi oleh Presiden langsung digelar pada hari yang sama.
Sebagai nahkoda baru Korps Bhayangkara, Komjen Suyudi membawa visi “Polisi Bersama Masyarakat” yang akan menjadi doktrin kepemimpinan dan arah transformasi institusinya. Dalam uji kepatutannya, ia mengakui bahwa reformasi kultural di tubuh Polri bukanlah jalan yang mudah. Ia menegaskan tidak akan menutup-nutupi keluhan maupun bersikap antikritik terhadap masukan publik. Secara khusus, ia juga berjanji untuk menindak tegas segala praktik premanisme dan pemerasan di tengah masyarakat.
Rekam Jejak Reserse hingga Kepala BNN
Berdasarkan penelusuran OBSERVER dari berbagai sumber, berikut ini kita dapat melihat profil singkat dan rekam, jejak karier Suyudi Ario Seto di kepolisian.
Komjen Pol Suyudi Ario Seto merupakan perwira tinggi kelahiran Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973. Ia adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994 yang matang di bidang reserse. Pendidikan kepolisiannya terus diasah melalui Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018.
Selama 32 tahun berkarier, Suyudi malang melintang menumpas kejahatan. Ia tercatat pernah memimpin Unit Jatanras (Kejahatan dengan Kekerasan) Polda Metro Jaya, Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, dan Kanit Resmob Bareskrim Polri. Posisi Kasat Reskrim juga pernah diembannya di tiga wilayah strategis: Polres Metro Jakarta Selatan, Tangerang Kota, dan Jakarta Barat.
Kapasitas manajerialnya di bidang kewilayahan teruji saat ia menjabat sebagai Kapolsek Metro Pasar Minggu dan Kapolsek Metro Tanah Abang. Setelah itu, ia dipercaya memimpin sejumlah kepolisian resor, mulai dari Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Kariernya di tingkat kepolisian daerah melesat saat diangkat menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 2023, yang kemudian dilanjutkan dengan jabatan Kapolda Banten pada 2024. Pangkat Jenderal Bintang Tiga (Komjen) diraihnya saat Presiden Prabowo menugaskannya di luar struktur kepolisian sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 25 Agustus 2025.
Kini, setelah lebih dari setahun memimpin lembaga antinarkotika tersebut, Komjen Suyudi Ario Seto ditarik kembali ke Trunojoyo untuk mengemban amanah tertinggi sebagai Kapolri.
Pewarta: BTS














Leave a Reply