Advertisement

Selain Kapolri Baru, Berikut Ini Para Pejabat Baru dan Rekam Jejaknya

OBSERVER — Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan (reshuffle) kabinet ke-7 pada Kamis, 1 Oktober 2026. Langkah ini menjadi sorotan utama publik seiring pelantikan Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) baru, didampingi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Polri (Wakapolri). Selain pucuk pimpinan Trunojoyo, Presiden juga merombak susunan menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga negara untuk memperkuat eksekusi program-program strategis nasional.

Berdasarkan analisis OBSERVER, perombakan ini memperlihatkan pergeseran taktis yang krusial. Berikut daftar lengkap pejabat yang menjadi sorotan dalam reshuffle (perombakan) kali ini:

  1. Listyo Sigit Prabowo (Mantan Kapolri) dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Dudung Abdurahman.
  2. Dudung Abdurahman bergeser menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), posisi strategis yang menuntut koordinasi kuat dengan aparat dan lembaga penegak hukum.
  3. Bahlil Lahadalia kini merangkap jabatan ganda sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (kementerian baru).
  4. Sugiono (Mantan Menteri Luar Negeri) ditugaskan menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
  5. Arrmanatha Nasir promosi dari posisi Wakil Menteri menjadi Menteri Luar Negeri, mengisi pos yang ditinggalkan Sugiono.
  6. M. Sarmuji resmi menjabat sebagai Menteri Perindustrian, menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.
  7. Drajad Hari Wibowo dilantik sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
  8. Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman dipercaya sebagai Wakil Menteri Keuangan.
  9. Muhammad Saleh Mustafa menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.
  10. Irwan Meilano mendapat posisi sebagai Wakil Menteri Kehutanan, Kelautan, dan Perikanan.
  11. Dedi Prasetyo dilantik sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.
  12. Aryanto Wibowo ditunjuk menjadi Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
  13. Fadil Imran menempati posisi strategis sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ).
  14. Nuzran Joher dan Radian Syam resmi dilantik sebagai Ketua dan Anggota Ombudsman RI untuk meneruskan sisa masa jabatan 2026-2031.
BACA JUGA:  Buntut Demo di Konsistori, Praeses HKBP Banten Batalkan Penonaktifan 14 Sintua Balaraja dan Keluarkan Surat Penggembalaan
Empat Arah Kebijakan Utama Istana

Tim OBSERVER menilai komposisi pejabat baru ini merepresentasikan empat arah kebijakan utama pemerintahan Presiden Prabowo ke depan:

  • Sentralisasi Keamanan di Lingkaran Istana: Penarikan Listyo Sigit ke KSP dan penugasan Dudung Abdurahman sebagai Menko Polkam merupakan strategi merapatkan purnawirawan kuat ke pusat pengambilan keputusan. Regenerasi di tubuh Polri melalui Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat memastikan operasional penegakan hukum berjalan selaras dengan komando pusat.
  • Pendekatan Tegas pada Megaproyek dan Tata Ruang: Istana menempatkan figur kepolisian—baik aktif maupun purnawirawan—di lembaga pengelola lahan. Kehadiran Fadil Imran di BOPPJ (mengawal Giant Sea Wall) dan Dedi Prasetyo di Badan Reforma Agraria Nasional menunjukkan kebutuhan atas eksekutor lapangan yang tangguh untuk memitigasi konflik agraria dan mengawal investasi raksasa.
  • Ekspansi Birokrasi Hilirisasi dan Ruang Fiskal: Terbentuknya Kemenko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di bawah Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa nilai tambah industri dan ekonomi hijau adalah prioritas tertinggi. Hal ini didukung oleh penguatan teknokratik di sektor keuangan melalui duet Wamenkeu dan Wamenko Perekonomian guna mencari celah baru penerimaan negara untuk membiayai proyek strategis.
  • Penguatan Diplomasi Ekonomi dan Eksekusi Pangan: Penunjukan diplomat karier Arrmanatha Nasir mengubah haluan diplomasi Indonesia agar lebih agresif dalam negosiasi perdagangan dan investasi global. Di sektor domestik, masuknya figur teknis seperti Wamentan Muhammad Saleh Mustafa dan Wamen KP Irwan Meilano difokuskan murni pada pencapaian swasembada pangan.
Rekam Jejak Pejabat Baru

Untuk memahami postur kabinet hasil reshuffle ini, berikut adalah latar belakang dari beberapa figur kunci yang baru dilantik:

  • Arrmanatha Nasir (Menteri Luar Negeri): Diplomat karier senior yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Dubes RI di Belanda, dan pernah menjadi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri.
  • Drajad Hari Wibowo (Wamenko Bidang Perekonomian): Ekonom senior sekaligus politisi dengan pengalaman panjang di bidang analisis kebijakan ekonomi makro, industri, serta tata kelola keuangan publik.
  • M. Sarmuji (Menteri Perindustrian): Politisi senior Golkar yang sebelumnya menjabat sebagai Anggota Komisi VI DPR RI (membidangi perdagangan, industri, dan BUMN) serta Ketua DPD Golkar Jawa Timur.
  • Fadil Imran (Wakil Kepala BOPPJ): Jenderal polisi bintang tiga (Komjen Pol.) yang memiliki jam terbang tinggi, termasuk pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan Kabaharkam Polri.
  • Dedi Prasetyo (Kepala Badan Reforma Agraria Nasional): Perwira tinggi Polri berpangkat Komjen Pol. yang sebelumnya memegang posisi penting sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri dan Kepala Divisi Humas Polri.
BACA JUGA:  Jangan Cuma Dirjen yang Dicopot, tetapi juga Menterinya

Pewarta: BTS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *