Advertisement

Infestasi: Ancaman Tersembunyi di Kandang Ternak yang Rugikan Peternak hingga Jutaan Rupiah

OBSERVER — Bayangkan Anda adalah seorang peternak ayam broiler di Sukabumi. Setiap hari Anda memberi pakan terbaik, menjaga suhu kandang, dan memberikan vitamin. Namun, produksi ayam Anda tetap stagnan, bahkan beberapa ekor terlihat kurus dan gelisah. Tanpa Anda sadari, musuh tak kasat mata sedang “berpesta” di sela-sela sekam kandang Anda.

Musuh Itu Bernama Infestasi

Bukan sekadar kutu yang lewat, infestasi adalah kondisi ketika hama, parasit, atau organisme pengganggu berkembang biak secara massal dan tak terkendali di suatu lingkungan—baik itu kandang, tubuh hewan, maupun lahan pertanian. Istilah ini mungkin terdengar teknis, tetapi dampaknya sangat nyata bagi kantong para peternak Indonesia.

Apa Itu Infestasi? Definisi yang Wajib Diketahui Peternak

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), infestasi diartikan sebagai keadaan diserang atau ditempatinya suatu daerah oleh hama atau parasit. Dalam dunia peternakan dan kedokteran hewan, istilah ini merujuk pada serbuan organisme makroskopis—yang bisa dilihat dengan mata telanjang—seperti kutu, tungau, caplak, kumbang frangky (darkling beetle), hingga kutu tanah.

Dr. H. Arief Rahman, seorang dokter hewan praktisi di Bogor, menjelaskan, “Banyak peternak pemula yang bingung membedakan antara infestasi dan infeksi. Padahal keduanya berbeda. Infestasi itu serangannya dari luar, biasanya oleh parasit yang terlihat. Sementara infeksi disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau jamur yang masuk ke dalam jaringan tubuh.”

Artinya, ketika Anda melihat kumbang frangky berkerumun di sudut kandang, atau tungau merayap di bulu ayam, itu bukan lagi sekadar “ada kutu”—itu adalah infestasi.

Tanda-Tanda Kandang Anda Sedang Mengalami Infestasi

Bagaimana cara peternak mengetahui bahwa kandangnya sudah diserang infestasi? Mengutip rentokil.com, berikut ciri-ciri yang perlu diwaspadai:

  1. Populasi hama meledak – Kutu, tungau, atau kumbang tidak lagi muncul satu-dua, tetapi bergerombol di dinding, lantai, atau sela-sela kayu kandang.
  2. Hewan tampak gelisah – Ayam, kambing, atau hewan peliharaan terus-menerus menggaruk, mematuk tubuhnya sendiri, atau sulit tidur.
  3. Kerontokan bulu dan luka kulit – Bulu rontok, kulit kemerahan, hingga luka terbuka akibat garukan adalah tanda klasik infestasi tungau dan kutu.
  4. Penurunan produktivitas – Bobot hewan stagnan, produksi telur menurun, dan konsumsi pakan tidak sebanding dengan pertumbuhan.
  5. Litter basah dan berbau – Kondisi ini menjadi “surga” bagi hama untuk berkembang biak.
Sayang Dilewatkan:  MALVISID: Perlindungan Biosecurity Tambak Dimulai Sebelum Masalah Datang
Mengapa Infestasi Berbahaya? Bukan Sekadar Gatal

Infestasi bukan masalah kosmetik. Lebih dari itu, hama seperti kumbang frangky, caplak, dan kutu tanah bertindak sebagai vektor—pembawa penyakit.

Sebuah studi dari Medion Laboratorium (2025) mencatat bahwa kumbang frangky dapat membawa patogen berbahaya seperti virus Gumboro (IBD), bakteri E. coli, dan Salmonella secara mekanis. Artinya, mikroba tersebut menempel di tubuh kumbang, lalu berpindah ke pakan atau hewan sehat saat kumbang berkeliaran.

“Dampak ekonominya sangat besar,” ujar Arief. “Seekor ayam yang terinfestasi berat bisa kehilangan darah hingga mengalami anemia. Belum lagi biaya obat, vitamin, dan kerugian akibat mortalitas. Dalam satu siklus, peternak bisa rugi puluhan juta rupiah hanya karena terlambat menangani infestasi.”

Selain itu, beberapa jenis kutu juga menjadi inang perantara cacing pita (Dipylidium caninum) yang dapat menular ke hewan lain. Bahkan jenis kutu tersebut dapat menular ke manusia—terutama anak-anak yang bermain di sekitar kandang sebagaimana dilansir halodoc.com.

Mencegah Lebih Baik: Kunci Pengendalian Infestasi

Para ahli sepakat: pencegahan adalah senjata paling ampuh melawan infestasi. Berikut langkah-langkah yang direkomendasikan:

  1. Sanitasi Rutin

Bersihkan feses minimal seminggu sekali. Ganti litter yang basah atau berbau. Cuci tempat pakan dan minum dengan desinfektan.

  1. Pengapuran Kandang

Taburkan kapur dolomit di alas kandang dan bawah kandang panggung. Kapur berfungsi menetralkan keasaman, menyerap kelembapan, dan membunuh mikroorganisme.

  1. Tutup Celah dan Retakan

Kumbang frangky suka bersembunyi di celah kayu dan lantai retak. Tutup celah tersebut dengan cat atau varnish khusus.

  1. Kelola Lingkungan Sekitar

Bersihkan selokan, kubur kaleng bekas, dan hilangkan genangan air. Potong rumput liar di sekitar kandang agar tidak menjadi sarang vektor.

  1. Gunakan Insektisida Secara Bijak
Sayang Dilewatkan:  Lebih dari Sekadar Warna: Seni Memilih Cat Tembok untuk Hunian Idaman

Penyemprotan insektisida (seperti berbahan aktif deltamethrin) paling efektif dilakukan sore hari saat hama mulai aktif. Ulangi setiap 7–10 hari untuk memutus siklus hidup.

  1. Perkuat Imunitas Hewan

Berikan multivitamin dan probiotik secara rutin. Hewan yang sehat lebih tahan terhadap serangan parasit.

Kenali Infestasi, Selamatkan Ternak Anda

Infestasi adalah musuh sunyi yang bisa menggerus keuntungan peternak tanpa disadari. Memahami definisi, mengenali tanda-tanda, dan mengambil tindakan preventif adalah kunci sukses dalam dunia peternakan modern.

Jangan tunggu sampai kandang Anda “dikuasai” hama. Mulailah dari langkah kecil: bersihkan kandang hari ini, periksa kesehatan ternak Anda, dan konsultasikan dengan dokter hewan jika menemukan gejala mencurigakan.

Karena dalam peternakan, mencegah infestasi jauh lebih murah daripada mengobati dampaknya.

SUPER KILL: Solusi Infestasi

SUPER KILL adalah produk jenis pestisida yang dipasarkan PT Malum Global Farmasindo. Produk ini mampu mencegah dan mengobati infestasi kutu kandang dan tanah, yang merupakan carrier berbagai penyakit. Cara pemakaian dan dosisnya adalah dengan mencampurkan SUPER KILL 100 ml per 20–40 L air untuk disiramkan di tanah yang berlubang–lubang yang merupakan sarang kutu.

SUPER KILL

 

Peluang Kemitraan

PT. Malum Global Farmasindo membuka kesempatan luas bagi Anda yang berminat menjadi agen atau distributor resmi produk SUPER KILL.

Untuk informasi pemesanan dan kemitraan, segera hubungi:Andi M.S. (0812-2045-769).

Pewarta: BTS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *