OBSERVER – Menikmati hembusan angin laut di ujung barat Indonesia terasa kurang lengkap tanpa menjejakkan kaki di Pantai Ulee Lheue. Berada di Kecamatan Meuraxa, pesona wisata Pantai Ulee Lheue Banda Aceh bukan sekadar tempat transit bagi pelancong yang ingin menyeberang lewat Pelabuhan Ulee Lheue menuju Pulau Sabang, melainkan primadona wisata bahari yang tak pernah sepi pengunjung.
Akses menuju lokasi ini sangatlah mudah. Terletak hanya sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh, wisatawan cukup menempuh perjalanan santai sekitar 5 hingga 10 menit menggunakan sepeda motor. Kemudahan akses inilah yang membuatnya selalu menjadi pilihan utama keluarga untuk bermain pasir dan sekadar bersantai menikmati senja.
Daya Tarik Lintas Daerah hingga Mancanegara
Setiap akhir pekan tiba, geliat kehidupan di Pantai Ulee Lheue seolah mencapai puncaknya. Wisatawan yang datang tidak hanya didominasi warga lokal Kota Banda Aceh, tetapi merambah dari berbagai penjuru Provinsi Aceh, mulai dari Langsa, Takengon, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie, hingga wilayah barat selatan seperti Meulaboh dan Tapak Tuan.
“Kalau hari libur seperti Sabtu dan Minggu, pantai ini pasti ramai. Bahkan banyak wisatawan yang datang jauh-jauh dari Sumatera Utara, dan tidak sedikit pula turis dari Malaysia,” ungkap seorang penyedia jasa sewa perahu bebek di kawasan pantai.
Baginya kehadiran ribuan wisatawan ini bukan sekadar angka, melainkan detak jantung perekonomian. “Adanya pantai ini benar-benar menghidupkan ekonomi masyarakat kecil yang berjualan di sini,” tuturnya penuh syukur.
Berkah Ekonomi bagi Warga Setempat
Keramaian di pesisir ini bagaikan oase bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satunya adalah pemilik warung yang tidak ingin disebut namanya. Setiap harinya, dengan jarak tempuh yang hanya memakan waktu 3-5 menit dari rumahnya, ia mulai menata dagangannya sejak pukul 07.00 WIB dan baru menutupnya menjelang Magrib pukul 18.30 WIB.
Menyajikan aneka makanan, minuman dingin, hingga segarnya es kelapa muda, warungnya selalu menjadi langganan para wisatawan yang kelelahan usai bermain air. Ia menggantungkan asa pada keberlanjutan wisata pantai ini untuk menghidupi keluarganya.
Mendengar adanya wacana penataan kawasan Pantai Ulee Lheue oleh pemerintah ke arah yang lebih modern, ia menaruh harapan besar. Ia sangat menginginkan agar warungnya dan usaha warga lokal lainnya tetap dilibatkan dan dipertahankan dalam cetak biru penataan wisata masa depan.
Menanti Wajah Baru Fasilitas Publik
Sebagai salah satu destinasi unggulan, Pantai Ulee Lheue masih memiliki beberapa pekerjaan rumah. Selama ini, wisatawan yang membawa anak-anak mereka mandi dan bermain pasir kerap kerepotan karena minimnya fasilitas ruang ganti dan toilet umum.
Merespons kebutuhan ini, Pemerintah Daerah berencana akan menata ulang kawasan Wisata Pantai Ulee Lheue menjadi lebih tertata dan ramah pengunjung. Pembangunan sarana prasarana penunjang seperti toilet dan ruang bilas yang memadai diproyeksikan akan segera hadir.
Ke depan, dengan sentuhan penataan yang tepat tanpa menggusur kearifan lokal, Pantai Ulee Lheue dipastikan akan semakin memancarkan pesonanya—menjadi tempat di mana senja Banda Aceh dinikmati, dan kesejahteraan warga pesisir terus bertumbuh.
Editor: BTS















Leave a Reply