Advertisement

Kerugian Para Peternak Ayam Bukan Cuma Biaya Produksi yang Tinggi, tetapi Amran Menduga Adanya Mafia Pangan

OBSERVER — Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menerima keluhan 1.000 peternak ayam perwakilan peternak dari berbagai daerah di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Mengutip CNBC Indonesia, pertemuan kedua belah pihak membahas kerugian akibat tingginya biaya produksi dan harga jual telur yang tertekan.

Di Jawa Barat para peternak masih menghadapi tekanan akibat harga jual telur yang rendah. Sekretaris Koperasi Produsen Peternak Sumedang Raya, Ikhwan, mengungkapkan penuturannya yang dilansir CNBC Indonesia bahwa para peternak telah mengalami kerugian sekitar Rp4.000-Rp5.000 per kilogram selama tujuh bulan.

Menurut Ikhwan, harga telur di tingkat peternak di Jawa Barat berada di kisaran Rp20.000 per kilogram, sedangkan biaya produksi mencapai sekitar Rp24.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat sebagian peternak terpaksa menutup kandangnya.

 

Penyebab Utama Kerugian Peternak

Berdasarkan penelusuran OBSERVER pada berbagai media online, ada yang menjadi penyebab utama kerugian peternak ayam, antara lain:

  • Harga Pakan Ternak yang Melambung: Pakan merupakan komponen biaya produksi terbesar dalam peternakan ayam petelur (mencapai 70-80% dari total biaya). Keluhan utama peternak adalah harga bahan baku pakan, seperti jagung, yang terus meningkat di pasar (detiksuararakyat.id).
  • Harga Jual Telur di Bawah Harga Pokok Produksi (HPP): Sementara biaya produksi naik, harga jual telur di tingkat peternak justru anjlok. Sebagai contoh, HPP telur berada di kisaran Rp24.000–Rp26.500 per kg, namun harga jual di tingkat peternak bisa turun hingga Rp20.000 per kg (kontan.co.id). Kondisi ini memaksa peternak menanggung kerugian sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000 per kg atau per rak telur yang diproduksi (detiksuararakyat.id).
  • Dugaan Permainan Harga oleh Oknum (Mafia Pangan): Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyoroti adanya anomali harga di mana peternak merugi, tetapi harga telur di tingkat konsumen tetap tinggi atau tidak turun signifikan (video reel pada facebook.com). Hal ini mengindikasikan adanya permainan harga oleh pihak perantara atau oknum tertentu di rantai pasok yang mengambil keuntungan tidak wajar (video reel pada instagram.com).
  • Ketimpangan Struktural dan Akses Bahan Baku: Peternak rakyat merasa terjepit oleh dominasi perusahaan integrator besar dan kesulitan mengakses bahan baku pakan bersubsidi karena harus bersaing dengan industri pakan besar dalam memperoleh kuota atau pasokan (nasional.kontan.co.id).
Sayang Dilewatkan:  Transformasi Digital Peradilan: Optimalisasi SIPP dan e-Court sebagai Kunci Profesionalitas Panitera Pengganti

 

Respons dan Langkah Penyelesaian dari Mentan Amran Sulaiman

Untuk mengatasi krisis ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Bapanas telah menyiapkan beberapa langkah intervensi:

  • Sistem Terintegrasi: Pemerintah akan mengembangkan sistem terintgrasi dari hulu ke hilir, yang menghubungkan antara peternak ayam dan petani jagung melalui koperasi, sehingga menjamin pasokan jagung sebagai bahan pakan ternak yang dapat menekan biaya produksi (CNBC Indonesia).
  • Penyaluran Pakan Murah (SPHP): Pemerintah memerintahkan Perum Bulog untuk menyalurkan pakan bersubsidi melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menekan biaya produksi peternak kecil hingga akhir tahun 2026 (detiksuararakyat.id).
  • Penyerapan Produksi melalui Program MBG: Pemerintah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar telur ayam ras menjadi menu wajib dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) minimal tiga kali dalam seminggu, yang berfungsi sebagai offtaker (penyerap) produksi peternak rakyat (CNBC Indonesia).
  • Penyerapan Darurat oleh BUMN: Sebagai langkah darurat, Bulog dan ID Food diperintahkan untuk menyerap kelebihan pasokan telur peternak dengan nilai anggaran sekitar Rp30 miliar (CNBC Indonesia).
  • Penegakan Hukum Rantai Pasok: Mentan Amran Sulaiman telah bersikap tegas dengan melaporkan dugaan permainan harga ayam dan telur kepada Kapolri untuk diusut tuntas, serta berjanji akan “menggilas” pihak mafia atau koruptor yang merugikan peternak kecil (nasional.kontan.co.id).

Kerugian yang dialami para peternak bukan hanya akibat fluktuasi pasar biasa, melainkan kombinasi dari biaya input (pakan) yang tidak terkendali, harga jual yang ditekan di tingkat hulu, dan inefisiensi atau manipulasi di rantai distribusi. Langkah-langkah pemerintah saat ini difokuskan pada pemangkasan biaya produksi melalui subsidi pakan dan pembukaan pasar serapan baru (seperti program MBG) untuk menstabilkan kembali ekonomi peternak rakyat.

Sayang Dilewatkan:  Target Prabowo untuk Menteri Keuangan yang Baru

Editor: BTS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *