Advertisement

KSAD Baru Jenderal Tandyo Budi Revita: Miliki Harta 6,8M dan Prioritas Utama Papua

OBSERVER, Jakarta — Di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada Kamis (15/10/2026). Kompas.com melansir bahwa di benak sang jenderal baru ini, ada satu pekerjaan rumah besar yang menanti, yaitu: Papua.

Pengangkatan yang disahkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 106 TNI ini menempatkan Tandyo sebagai pengganti Jenderal TNI Maruli Simanjuntak—yang kini mengemban tugas ganda sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.

Bagi Tandyo, bintang empat yang kini bertengger di pundaknya bukanlah sekadar puncak pencapaian karier militer. Lebih dari itu, ini adalah mandat besar. Sesaat setelah pelantikan, tanpa banyak retorika, sang jenderal langsung menetapkan fokus utamanya: penyelesaian masalah di Bumi Cenderawasih.

Janji untuk Papua: Kesejahteraan dan Efek Jera di Maybrat

Bagi Jenderal Tandyo, Papua bukan sekadar wilayah operasi militer, melainkan denyut nadi Nusantara yang harus dijaga kesejahteraan dan keamanannya secara seimbang.

“Saya kira salah satu yang menjadi prioritas untuk penyelesaian dari program Bapak Presiden adalah Papua. Ya, apakah itu dari sisi kesejahteraan, maupun dari sisi gangguan keamanan,” tegas Tandyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Ketegasan sang jenderal berlatar belakang pasukan tempur ini langsung terarah pada wilayah Maybrat, Papua Barat Daya—sebuah daerah yang dalam beberapa tahun terakhir kerap bergejolak akibat gangguan kelompok bersenjata. Namun, Tandyo membawa kabar yang cukup melegakan. Eskalasi di wilayah tersebut mulai mereda.

“Sekarang sudah banyak yang turun. Dalam dua-tiga hari ini kan di Maybrat yang selama ini cukup ramai dua-tiga tahun lalu, kalau dimonitor dua hari yang lalu ada yang turun, ada yang kita tangkap,” ungkapnya.

Sayang Dilewatkan:  Buntut Demo di Konsistori, Praeses HKBP Banten Batalkan Penonaktifan 14 Sintua Balaraja dan Keluarkan Surat Penggembalaan

Di balik operasi penegakan hukum tersebut, Tandyo menyisipkan harapan humanis. Ia menegaskan bahwa langkah aparat di lapangan bertujuan sebagai terapi kejut (deterrent effect), bukan semata unjuk kekuatan. “Tentunya ini akan menjadi deterrent kepada saudara-saudara kita yang belum sadar untuk bisa kembali ke pangkuan NKRI,” harapnya.

Rekam Jejak Sang Jenderal: Dari Kota Bengawan Menembus Puncak Matra Darat

Ketegasan Tandyo dalam menyikapi isu Papua tak lepas dari rekam jejaknya yang panjang di lapangan. Siapakah sebenarnya sosok KSAD baru ini?

Lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969, Tandyo tumbuh dalam keluarga yang tak asing dengan dunia militer. Sang kakak, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Budi Wiryanto, pernah menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi.

Lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada 1991 dari kecabangan Infanteri, Tandyo ditempa keras di lingkungan pasukan elite Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Kariernya dibangun dari bawah, menapaki medan yang menuntut kecerdasan taktis dan mental baja. Ia pernah dipercaya sebagai Komandan Tim Khusus Combat Intelligence Batalyon Infanteri Linud 330/Tri Dharma (1995), hingga kemudian menjadi Komandan Batalyon di satuan yang sama pada 2011.

Kariernya terus melesat menduduki sejumlah pos strategis. Ia pernah menjabat Danrem 142/Taroada Tarogau (2016), berkiprah di Kementerian Pertahanan, dan memimpin Kodam IV/Diponegoro (2023-2024). Menariknya, sebelum dilantik menjadi KSAD, Tandyo sempat mencetak sejarah dengan mengisi posisi Wakil Panglima TNI (2025-2026)—sebuah jabatan yang sempat “tertidur” selama hampir 25 tahun sejak era Jenderal (Purn.) Fachrul Razi.

Mengintip Pundi-Pundi Kekayaan KSAD Tandyo Budi Revita

Mengenai harta kekayaan Sang Jenderal ini, tirto.id menyatakan bahwa berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025 yang dilaporkan pada 12 Maret 2026, Jenderal Tandyo tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar Rp6.811.883.829 (Rp6,81 miliar).

Sayang Dilewatkan:  Ada Apa di Balik Pembatasan atau Penghapusan Unggahan Terkait Karhutla di Media Sosial?

Aset terbesarnya didominasi oleh properti. Ia mendaftarkan 17 bidang tanah dan bangunan yang tersebar luas dari Magelang, Sukoharjo, Yogyakarta, Bekasi, Lampung Timur, Lombok Tengah, hingga Deli Serdang dan Mamuju. Menariknya, Tandyo juga berinvestasi pada lahan-lahan berskala besar, seperti tanah seluas 30 hektare (300.000 m²) di Mamuju dan lahan puluhan ribu meter persegi di Subang.

Untuk isi garasi, sang jenderal mendaftarkan tiga unit kendaraan yang mencerminkan karakter maskulinnya: sebuah motor Kawasaki KLX (2016) senilai Rp8 juta, Vespa Bebek (2016) seharga Rp9 juta, serta sebuah Jeep Rubicon (2015) bernilai Rp450 juta yang berstatus hibah dengan akta.

Selain itu, ia juga memiliki harta bergerak lainnya (Rp104,4 juta), surat berharga (Rp682,5 juta), serta kas dan setara kas (sekitar Rp1,01 miliar). Total aset kotornya mencapai Rp9,41 miliar, yang kemudian dikurangi dengan utang sebesar Rp2,6 miliar, menghasilkan angka kekayaan bersih Rp6,81 miliar.

Kini, Jenderal Tandyo Budi Revita resmi memegang kendali penuh matra darat. Dengan pengalaman tempur di infanteri Kostrad dan jam terbang birokrasi yang matang, publik menanti bagaimana kepemimpinan sang jenderal akan membawa TNI AD, khususnya dalam menjaga marwah NKRI di ujung timur Indonesia.

Pewarta: BTS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *